Rabu, 21 Mei 2014

Kisah Baby Sitter Paling Kejam

PokerKiuKiucom Agen Judi Poker dan Domino Uang Asli Indonesia - Baby Sitter adalah pengasuh anak atau asisten sang orang tua dalam mengasuh seorang anak. Penyanyang anak adalah salah satu tuntutan baby sitter dalam mengemban tugas ini. Jasa baby sitter sering digunakan ketika kedua orang tua sibuk dengan aktivitas mereka. Namun, salah memilih pengasuh bayi bisa menimbulkan bahaya. Seperti misalnya baby sitter pembunuh yang dicatat sejarah di bawah ini:

Frederick Mitchell


Pada bulan Maret 2013, Frederick Mitchell (21) dari Cincinnati, AS diminta menjaga anak berumur 4 bulan, Elliot Magrditchian, yang merupakan putra teman serumahnya sendiri. Selama menjaga bayi, Mitchell melempar-lempar Elliot ke dinding tanpa alasan yang jelas. lihat juga Kehebatan Seekor Nyamuk

Elliot dibawa ke rumah sakit lalu meninggal beberapa hari kemudian. Mitchell didakwa melakukan tindak kekerasan. Tapi setelah pihak forensik menemukan kematian Elliot karena pembunuhan, dakwaannya ditambah dengan pembunuhan dan Mitchell dijerat hukuman penjara seumur hidup. Kini dia tengah menunggu persidangan.

Agnes Wong



Pada tahun 2007, Agnes Wong dipekerjakan untuk merawat bayi di Manchester, Inggris berumur 16 bulan bernama Hugo Wang. Di tanggal 25 Januari, Hugo dibawa ke rumah sakit karena luka serius di kepala dan pergelangan kaki. Ada luka gigitan, memar, luka bakar, dan bekas pukulan.

Wong mengaku dia hanya mendisiplinkan Hugo ketika sedang nakal. Adapun luka bakar diperolehnya karena bermain-main dengan pengering rambut. Hugo meninggal pada 26 Januari 2007 dan Wong didakwa dengan pembunuhan beberapa hari kemudian. Dia dijatuhi hukuman 5 tahun penjara, namun baru berjalan 2 tahun dia dipulangkan ke Malaysia.

David McGreavy



Dijuluki dengan sebutan 'The Giant from Worcester', David McGreavy adalah pria muda yang tinggal bersama sebuah keluarga di Agen Poker Domino Online Uang Asli Indonesia, Inggris pada tahun 1973. Suatu hari, dia diminta menjaga 3 anak keluarga tersebut. Gilanya, dia malah membunuh ketiganya dan menancapkan mayatnya di pagar rumah.

Ia ditangkap di hari yang sama dan dipenjara seumur hidup. Di tahun 2009, dia mengubah namanya lantaran selalu diserang oleh narapidana lain yang mengenalinya, namun namanya dikembalikan lagi di tahun 2013. Sudah 8 kali dia mengajukan pembebasan bersyarat namun selalu gagal.

Yoselyn Ortega



Yoselyn Ortega (50) dipekerjakan oleh keluarga Krim untuk merawat ketiga anaknya. Suatu ketika sang ibu, Marina Krim, pulang usai menjemput si bungsu les renang. Dia terperanjat melihat 2 anaknya, yaitu Lucia (6) dan Leo (1) berada di dalam bak penuh darah. Keduanya ditikam sampai mati oleh Ortega.

Begitu Marina memasuki kamar Ortega, dia mulai menusuk dirinya sendiri dengan pisau dapur. Marina membuang pisau tersebut sebelum mengenai lehernya. Ortega dibawa ke rumah sakit dan berhasil diselamatkan. Diduga motif pembunuhan adalah stres dan marah karena ditolak permintaannya naik gaji.

Karl McCluney


Karl McCluney (15) diminta menjaga anak berumur 2 tahun bernama Demi Leigh Mahon selama 1,5 jam sementara ibunya mengerjakan beberapa tugas. Setelah main ke taman, Karl kembali ke rumah Demi, lalu memukul, menggigit, dan mencukur kepalanya. Ketika ibunya pulang, Karl sedang menonton TV sedangkan Demi sudah hampir mati.

Demi dilarikan ke rumah sakit dengan 69 luka, kerusakan otak, dan perlu dipasangi peralatan penunjang kehidupan. Hasil pemeriksaan psikiatris menemukan bahwa Agen Poker Online Texas Poker memiliki IQ rendah dan berasal dari keluarga broken home. Motifnya melukai adalah karena Demi mengganggunya. Dia dihukum penjara 15 tahun.

Gabriela Gonzales



Sebuah keluarga di Maryland, AS mencari baby sitter pada bulan Oktober 2011 lalu. Gabriela Gonzales melamar dan diterima mengasuh bayi bernama Kiery Nicole. Sayangnya, Kiery menderita ruam dan Gonzales tak bisa membuatnya berhenti menangis. Frustrasi, dia mengguncang-guncang bayi 2 tahun itu, lalu memukul kepalanya di toilet.

Kiery meninggal 3 hari kemudian. Hasil autopsi menemukan adanya perdarahan pada otak dan sumsum tulang belakang, juga keretakan tengkorak. Gonzales mengatakan Kiery terluka karena jatuh dari tempat tidur. Selama persidangan, dia tak menunjukkan penyesalan sehingga dijatuhi hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Senin, 05 Mei 2014

Alasan Tidak Masuk Akal Siswi SMA Mau Jual Diri



PokerKiuKiu Agen Judi Poker dan Domino Uang Asli Indonesia Akibat maraknya pergaulan bebas yang saat ini terjadi membuat banyak para siswi SMA melakukan tindakan yang tidak sewajarnya dilakukan bagi seorang pelajar.

Semakin berkembangnya gaya hidup modern saat ini membuat para pelajar memiliki pemikiran yang ciut demi mendapatkan apa yang dia inginkan. Mirisnya, beberapa siswi SMA rela menjual harga dirinya demi menebus apa yang dia impikan. Bukan karena cita – cita, tetapi impian untuk bisa membeli sesuatu hal agar ia tidak kalah saing dengan tren yang ada saat ini.

Selain dengan menawarkan diri sendiri kepada para mucikari, mereka juga terkadang memanfaatkan akun jejaring sosial yang ia punya untuk mempromosikan kehormatan yang ia miliki.

Lucunya lagi, alasan – alasan mereka mau jual diri ini biasanya tidak masuk akal sama sekali. Inilah dia 4 alasan tidak masuk akal siswi SMA mau jual diri .

1. Ingin BlackBerry

Buka-bukaan Kasus Siswi SMA mau jual diri karena ingin memiliki smartphone Blackberry ini terjadi pada salah seorang siswa kelas dua SMA sebut saja WA (16) yang diduga menjadi mucikari temannya sendiri, SA (16) yang juga masih duduk di bangku kelas dua SMK di Surabaya.

Mereka berdua di tangkap oleh petugas jajaran Polrestabes Surabaya dimana SA mau menjadi pekerja seks komersil (PSK) dengan menjual tubuh ranumnya kepada pria hidung belang seharga Rp 1 juta.

“Sekali kencan ngakunya Rp 1 juta. Untuk SA Rp 750 ribu sisanya untuk WA. Tapi masih kita dalami lagi,” ujar Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya AKP Suratmi seperti yang dilansir di Klikseru.com.

2. Lunasi biaya untuk Ujian Nasional

Karena terselit oleh masalah biaya sekolah akibat Ujian Nasional yang sudah dekat sehingga biaya sekolah harus sudah dilunasi. Seorang siswi berinisial ND dan ID ini berhasil ditangkap oleh Anggota Polres Serang di Kota Serang, Banten mengaku jual diri untuk melunasi biaya sekolah jelang Ujian Nasional (UN).

Penangkapan ini terjadi ketika seorang polisi menyamar menjadi pelaku hidung belang yang ingin melakukan transaksi tersebut.

“Dari kecurigaan tersebut, Buahpoker kami berusaha memancing IC untuk menyediakan seorang perempuan muda di bawah umur,” ujar Kapolres Serang AKBP Yudi Hermawan di Serang,

ND dan ID ini dimucikari oleh seorang pelaku berinisial IC yang berhasil menawarkan kedua siswi ini dengan lelaki hidung belang seharga Rp 550 ribu sekali kencan dan ia mucikari tersebut meminta imbalan Rp 250 ribu per orang.

3. Ingin punya mobil

Kasus siswi SMA mau jula diri ini juga terjadi pada salah satu siswi berinisial A yakni seorang pelajar SMA negeri di Bekasi. Karena ia memiliki target untuk bisa memiliki mobil dari usahanya sendiri pada tahun 2014 ini.

Karena niatnya yang sudah bulat ini, sehingga ia mau menjual dirinya ke lelaki hidung belang lewat jejaring sosial yang kemudian mempersetuji interaksi tersebut dengan janjian bertemu di salah satu temapt yang telah mereka tentukan.

“Kadang janjian ketemuannya di Bekasi atau di Jakarta, Atrium, Blok M, Sakaupoker seringnya sih di Atrium,” menurut pengakuan siswi berinisial A ini.

4. Kembalikan kas sekolah

Karena kasus telah menghilangkan uang khas sekolah senilai Rp 1.650.000. Siswi SMA Kediri yang masih berusia 15 tahun dengan inisal NAS ini berhasil diperdaya oleh lelaki hidung belang, karena ia mau menjual dirinya lantaran membutuhkan dana untuk mengembalikan uang khas sekolah yang telah ia hilangkan tersebut.

Nah, itulah keempat alasan yang tidak masuk akal siswi SMA mau jual kehormatannya demi mendapatkan apa yang dia inginkan.


Source
http://mascandu.com
http://candu-webs.blogspot.com/